Ada cerita yang kelak bisa didongengkan buat anak-anak dikala tidur, sebagai bekal dalam mimpi dalam merajut kisah-kisah manusia dimuka bumi ini.
Ketika engkau belum ada, sorang calon ibu memintamu dengan bersimpuh dihadapan Hyang Kuasa di Pura Tirta Empul didampingi suami tercinta. Dengan Kemurahan “Hati Beliau” engkau diberikan untuk lahir ke dunia lengkap dengan nama yang mesti engkau pakai sebagai identitasmu,” Ini kuanugrahkan seorang Putra dan namakan dia Suweca putra” sabda Beliau. Lahir bertepatan dengan perayaan Galungan yang mempunyai kaitan legenda dengan Pura Tirta Empul. Berhubung Orangtuanya berkeinginan kelak agar sianak dapat menjalankan kewajiban dalam warna kesatria maka dinamakan Gde Satria Suweca Putra.
Ketika sedang meditasi tentang keadaan Suweca Putra, tergambar dengan jelas dirinya dan tiba-tiba menghilang hingga membuat bapakmu ini terkejut, hingga akhirnya menanyakan artinya kepada beliau. Anakmu ini “melik” dan akan meninggalkanmu jika tidak diurus. akhirnya dengan ketulusan hati lewat semadhi, bapak memohon kepada “Bethara Dalem” agar diberikan hal yang terbaik. Bethara dalem tidak mencabut melik pada diri anak ini, melainkan meregisternya agar melik yang dibawa ketika lahir yang merupakan anugrah ini dapat dipakai bekal dalam menjalani hidup lebih baik didunia ini.
bertepatan pada Purnama ketiga 2009, dalam dalam meditasi, ayahmu didatangi oleh seorang pendeta yang memakai ketu dan diatas ketunya ada kristal yang bebentuk wajik. Beliau bersabda “tolong jaga dan sayangi anak ini, karena ”disana” aku sangat menyayanginya”. Dan “disini” tugasku untuk menjaga dan menyayanginya janjiku.
Begitupula dengan adikmu
Ketika Seorang ayah sedang termenung, tiba -tiba lingkaran cahaya keperakan sebesar bola volly menghampiri..dan mengatakan ” Engkau akan mempunyai anak yang kelak akan merusak dunia”. ” Jika itu memang sudah Kehendakmu, tak seorangpun yang dapat mencegahnya” jawab sang ayah. Dan entah kebetulan atau tidak, keesokan harinya istrinya mengatakan “pa, ma positip hamil” . setelah itu sang ayah sering larut dalam meditasinya agar diberikan yang terbaik. Tepat hari hanya banyu pinaruh kedua orangtuanya memohonkan pembersihan di Pura Tirta Empul dan bersembahyang disana. Dan sesuai pertunjuk Bhatara yang melinggih disana untuk meredam efek panas yang kelak ditimbulkan oleh yang manumadi maka Beliau Menyarankan namanya Mandala Sutasoma yang berarti tempat dari anak rembulan…bersambung….