Oleh: subagiartha | Juni 17, 2009

Ramai dalam Sepi

Hakekat sepi adalah keheningan, tapi beberapa teman mengatakan bahwa sepi itu kosong dari aktivitas sehingga tidak ada suara yang ditimbulkan. ada juga teman yang lainnya mengatakan bahwa sepi itu tidak hanya sepi dari aktivitas yang dapat menimbulkan suara juga sepi dari pamerihnya.

DiBalipun mengenal hari Raya Nyepi yang pelaksanaanya dikenal dengan Catur Brata Penyepian yang dijabarkan menjadi Empat bagian yaitu : tidak bekerja, tidak berpergian, tidak bersenang-senang dan tidak menyalakan api sehingga  lingkungan di bali menjadi benar-benar sepi . Nyepi berhubungan dengan tahun baru Saka, karena nyepi dirayakan setiap pergantian Tahun Baru Saka. Dalam budaya Hindu Bali memulai sesuatu yang baru, selalu dimulai dengan kosong seperti angka bilangan cacah yang dimulai dengan angka nol. Dengan demikian awal tahun baru dirayakan dengan kekosongan agar bisa instropeksi terhadap tahun yang sudah lewat dan berhati-hati melangkah di tahun yang baru agar kesalahan di tahun yang sudah lewat tidak terulang di tahun yang baru.

Ada beberapa teman yang sudah melakukan hal yang lain dalam nyepi yaitu melampaui nyepi, sehingga menemukan keramaian dalam sepi. Dikala napas menjadi semakin halus, emosi dan tenaga dilemahkan yang tinggal hanya kesadaran disaat itulah ramainya pesan-pesan alam dapat tangkap, sehingga nyepi dapat menjadi lebih bermakna dan larut dalam kesadaran akan Alam dan Penciptanya.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori