Oleh: subagiartha | Oktober 24, 2008

Pembersihan Hati

Kebanyakan pura-pura yang tersebar baik di bali di luar bali mempunyai beji sebagai petirtan dan sarana untuk mebersih sebelum menghadap Beliau. Selain , Di Griya juga sering dipakai oleh umat untuk memohon tirtha pembersihan / penglukatan. Pembersihan ini dominan untuk pembersihan luar dari badan, baik badan halus maupun badan kasar.

Pembersihan yang lebih bersifat kedalam diri sering disebut dengan pewintenan atau yang lebih spesifik lagi yaitu dwijati. Salah satu teknik pewintenan yang sering kita jumpai yaitu pewintenan yang memakai bebek, biasanya paruh bebek di sosorkan ke kening.

Secara yoga, pada saat struktur sudah bagus dan kadar spiritual sudah mencukupi biasanya akan menemui fase ini jika mohon pembersihan. Dalam yoga akan bertemu dengan “IBu Saraswati” dengan angsanya. Dan dalam meditasi Angsa ini akan memberikan pembersihan dengan jalan menyosor kening dan membersihkan jalur dari kening kehati, dengan menyedot kabut hitam yang terdapat di jalur tersebut dan dihati. Dan akan memberikan efek rasa bahagia yang cukup lama dan hati terasa ringan serta dunia terlihat indah sekali seakan alam bernyanyi untuk kita.

Dengan demikian dua jalan telah tersedia baik dengan jalan bakti yang disosorkan bebek oleh Sang Pendeta dengan ngelinggihan Ibu Saraswati (bhakti Marga) atau dengan Jalan Raja marga (Meditasi)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori