Oleh: subagiartha | September 23, 2008

Place (tempat usaha) secara faktor X

Tempat usaha sangat berpengaruh terhadap berkembangnya suatu usaha, disamping faktor lainnya seperti produk, promosi dan distribusinya (menurut Kotler dalam bauran pemasaran).

Pada umumnya tempat usaha diusahakan selalu dekat dengan lokasi pasar (pembeli), kecuali dalam bisnis besar yang biasanya lokasi industri ditentukan oleh pemerintah dan bisnis online.

Disini tidak akan dibahas tentang bauran pemasaran, tetapi akan dicoba mengulas Place/tempat usaha secara tradisi ergonomi bali, kecuali tempat itu untuk usaha yang monopoli atau pemerintahan kurang berlaku faktor x tersebut. Banyak kita temui kasus  dilapangan bahwa usaha yang sudah menerapkan bauran secara konsisten tetapi kurang mendapatkan hasil yang memuaskan padahal productnya nyaris merupakan pasar persaingan sempurna. ( yang dijual secara umum hampir sama dengan pesaingnya).

Secara umum alam juga telah mengalokasinya tempat-tempat yang sebaiknya dihindari, atau diselaraskan dengan usaha tertentu sehingga bisa berkembag dengan maksimal.

1. Hindari tempat usaha yang “Tumbak rurung/ tusuk sate”, karena segala siklus energi alam langsung mengenai tempat usaha, baik energi buruk atau energi baik akan kumpul di lokasi tersebut dan memnyebabkan siklus energi yang kacau secara otomatis akan mengacaukan perputaran usaha.

2. Hindari tempat usaha yang lokasinya penah ada yang meninggal tidak wajar di tempat tersebut, pernah dipakai pengorong waktu upacara ngaben, apalagi bekas kuburan.  energi tanah tersebut dominan hitam yang kurang memberikan kesuksesan. Dalam kebiasaan hindu di bali pertiwi sering dilambangkan dengan ular putih kuning dibuatkan segehan putih kuning. Jika kemudian pertiwi menjadi hitam jelas cahaya kuningnya tidak akan bisa bersinar dengan baik berarti kemakmuran sukar untuk diperoleh.

3. Biasanya diperbatasan desa dibali ada tempat manah toya ning, walaupun secara nyata tidak ada telaga atau sumber mata air ditempat tersebut. didekat tempat tersebut dominan usaha yang berhubungan dengan elemen air saja yang paling cocok, sedangkan yang lainya kurang cocok. usaha yang cocok seperti : cuci mobil/motor, loundry atau usaha yang memerlukan ketenangan.

4. interior tempat usaha, dalam pewarnaaan ruangan usahakan yang sejuk dan agak cerah. kurangi pemakaian warna merah, hitam sebagai warna yang dominan.

5. Hindari membuka usaha bertentangan dengan usaha yang sudah ada ditempat tersebut. misalnya disatu sisi usaha yang sudah ada terlalu bising, dan kita jangan buat usaha yang menjual ketenangan.

6. Tidak lupa memohon Waranugraha dari Hyang Widhi Wasa agar usaha bisa berjalan sukses.

JIka masih ragu akan pangsa pasar sedangkan belum punya dana untuk survey atau riset dapat diatasi dengan cara mengekor hasil riset, disini berarti jika sudah ada perusahaan besar yang buka usaha berarti perusahaan tersebut sudah melakukan riset pasar yang hasilnya bagus dan akhirnya berani buka usaha atau buka cabang, jadi kenapa kita tidak ikut buka., yang berarti kita sudah riset pasar walaupun menggunakan tangan dan pikiran orang lain.

selamat mencoba


Beri tanggapan

Your response:

Kategori