Om Awignamastu Namo Siddham
Cerita Lubdaka yang sering dibahas dan dipakai acuan dalam siwaratri kalpa akan saya coba share buat praktisi meditasi spesialnya buat para sadhana yang telah menekuni yoga tatwa yang sudah “Di inisiasi oleh Guru sehingga jalan untuk menemukan dewane di deweke dapat dilakukan” dan pada akhirnya dapat menyelaraskan keradaan Tuhan (Siwa) di dalam diri kita ( Bhuana alit) maupun dialam semesta ( Bhuana Agung)
Dalam lontar siwaratri kalpa tersebut terkandung maksud dibalik tulisan yang perlu ditelaah/ dikupas agar kita bisa memperoleh Dharsan/ penampakan beliau, dan bisa menyadari hakeket dari Siwaratri tersebut.
Walaupun kebanyakan dari kita lebih suka begadang semalam suntuk, dan dengan segala cara agar tidak tertidur dan itu sudah niat baik untuk memotivasi belajar ke langkah selanjutnya karena sudah belajar mencoba mengendalikan indria untuk tidak tidur.
Disini lebih ditekankan pada jiwa (roh) bukan kepada phisik untuk berSiwaratri. Sebagai mana halnya kita sebagai pemburu spiritual yang berburu dalam hutan didalam badan kita yang dipenuhi oleh binatang buas yang meupakan sifat rakus dan ego kita yang mesti kita buru sampai habis, hingga diri kita terbebas dari sifat-siat kebinatangan ( menghilagan sifat Rajasika) . akhirnya baru bisa naik ke atas kayu, yang berarti kita harus berada diatas pikiran. Kayu = kayun = keinginan = pikiran. kemudian untuk tetap terjaga (begadang diatas pikiran) agar tidak terjatuh lagi dari atas kayu, maka kita harus memetik daun dan membuangnya (membuang sifat malas / tamasik yang menyebabkan dan terjatuh). Jika sifat tersebut sudah habis barulah kita dapatkan kekosangan yang disimbulkan dengan habisnya daun bila. Dalam kosong (kesucian) itu kita menemukan siwa, baik siwa kecil yang dibhuana alit yang didiksa oleh sang guru jati, dan di hubungkan dengan siwa yang ada di bhuana agung agar Siwa dibhuana alit bisa memperoleh kesempurnaan yang nantinya akan menuntun kita kembali ke alam Siwa / Siwaloka.
Hal tersebut diatas hanya bisa dilakukan dengan meditasi tanpa tujuan kedalam diri untuk memjelajahi nuana alit dimana kita bisa mengolah diri kita sendiri dan mengenali diri sendiri. Meditasi tanpa tujuan ( tujuan =artha, tanpa = nir) seperti yang dilakukan oleh Dang Hyang Nirartha untuk memperoleh (buddha = kesadaran diri )di pulau serangan. Meditasi ini hanya bisa dilaksanakan jika sudah diinisiasi oleh Guru Jati dengan ngelinggihan Siwa di dalam diri kita. Dan guru akan kita temui jika memang kita sudah siap menurut Beliau sesuai dengan karma kita, Sang guru pasti diketemukan.
Om Shanti shanti shanti om