Oleh: subagiartha | Juni 17, 2009

Ramai dalam Sepi

Hakekat sepi adalah keheningan, tapi beberapa teman mengatakan bahwa sepi itu kosong dari aktivitas sehingga tidak ada suara yang ditimbulkan. ada juga teman yang lainnya mengatakan bahwa sepi itu tidak hanya sepi dari aktivitas yang dapat menimbulkan suara juga sepi dari pamerihnya.

DiBalipun mengenal hari Raya Nyepi yang pelaksanaanya dikenal dengan Catur Brata Penyepian yang dijabarkan menjadi Empat bagian yaitu : tidak bekerja, tidak berpergian, tidak bersenang-senang dan tidak menyalakan api sehingga  lingkungan di bali menjadi benar-benar sepi . Nyepi berhubungan dengan tahun baru Saka, karena nyepi dirayakan setiap pergantian Tahun Baru Saka. Dalam budaya Hindu Bali memulai sesuatu yang baru, selalu dimulai dengan kosong seperti angka bilangan cacah yang dimulai dengan angka nol. Dengan demikian awal tahun baru dirayakan dengan kekosongan agar bisa instropeksi terhadap tahun yang sudah lewat dan berhati-hati melangkah di tahun yang baru agar kesalahan di tahun yang sudah lewat tidak terulang di tahun yang baru.

Ada beberapa teman yang sudah melakukan hal yang lain dalam nyepi yaitu melampaui nyepi, sehingga menemukan keramaian dalam sepi. Dikala napas menjadi semakin halus, emosi dan tenaga dilemahkan yang tinggal hanya kesadaran disaat itulah ramainya pesan-pesan alam dapat tangkap, sehingga nyepi dapat menjadi lebih bermakna dan larut dalam kesadaran akan Alam dan Penciptanya.

Oleh: subagiartha | Desember 19, 2008

Keselarasan Pikiran Dan Hati Dalam Menemukan Kebahagiaan

Om awignamastu Namo Siddham.

Bahagia adalah sesuatu yang diidam-idaman oleh semua mahluk dan merupakan permata yang dimiliki oleh semua mahluk dan kadang tidak disadari keberadaannya sehingga  dicari dimana-mana.  Seperti pepatah kuno yang mengatakan ketika memikul air masih sibuk mencari sungai.

Hati merupakan tempat bersemayam rasa bahagia tersebut, tetapi akses untuk mencapai sumber tersebut banyak yang tidak sampai.  Hal ini disebabkan karena pikiran sebagai alat / sarana untuk menuju ke sumber tersebut gagal mencapai, disebabkan oleh beban ke egoan yang memperlambat akses dan kegelapan pikiran karena selalu berpikir tidak selaras dengan hati.

Menurut sastra hindu Buddha, yang sering dituturkan oleh para bijaksana ada 4 jalan menemukan kebahagiaan tersebut yang di sebut dengan Catur Paramitha, yang penjabarannya sebagai berikut :

1. Meitri (cinta)

didalam pikiran, hendak ditumbuh kembangkan keyakinan bahwa semua mahluk mencintai kita, keberadaan kita sekarang ini hingga bisa berada pada posisi sekarang ini tidak bisa dilepaskan oleh rasa cinta dari semua mahluk. ada cinta yang tulus dari orang tua yang mendidik dan membesarkan kita, ada cinta dari paramedis yang mengobati kita ketika kita sakit, ada cinta guru yang memberikan kita pengajaran, ada cinta dari petani dan nelayan yang memberi kita makan, ada cinta dari petugas pompa bensin ketika melayani kita membeli bensin untuk tranportasi kendaraaan sehingga sampai ditujuan dan cinta dari yang lainnya, sehingga akan menimbulkan rasa syukur bahwa keberadaan kita tidak lepas dari sokongan semuannya. walaupun motif awal semuanya ada kalanya seseorang melakukan demi uang, atau jabatan atau mungkin maksud maksud tertentu, dan terlepas dari itu bahwa yakinlah dalam segenap kegiatan tersebut jauh didalam hati terdapat sumber cinta yang tersembunyi yang menggerakkan yaitu atma sebagai sumber cinta yang merupakan esensi dari Tuhan / Brahman itu sendiri. Dengan selalu bersyukur atas bantuan orang lain maka akan menimbulkan rasa kebahagiaan yang muncul hati kita.

2. Karuna (Kasih Sayang)

Mengembangkan sikap peduli terhadap penderitaan mahluk, sehingga akan selalu membantu penderitaaan mahluk.  sebagai mahluk ciptaaan Tuhan didunia ini penderitaan adalah wajib hukumnya. Jika melihat orang sakit, tumbuhkanlah rasa Emphati kita. Bahwa suatu saat kitapun bisa sakit dan perlu pertolongan orang lain, kita kita melihat orang sakit sebenarnya Tuhan mengingatkan kita bahwa kitapun suatu saat tidak akan bisa terlepas dari sakit.  ketika melihat orang tua hendaknya kitapun menyadari suatu saat kitapun akan menjadi tua, ringkih dan tak berdaya dan semasih kita kuat dan mempunyai kesempatan untuk peduli maka pedulilah, hingga dapat menimbulkan rasa bersyukur dan berterima kasih bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk sehat, kuat dan masa muda yang bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin sebelum kita nanti lemah tergolek tak berdaya.

3. Mudita (gembira meilhat orang lain senang).

Pikiran kita hendaknya kita latih untuk gembira melihat orang lain senang, hal ini dapat menimbulkan kebahagiaan buat kita karena orang  lain secara tidak sengaja telah berbagi kebahagian dengan kita tanpa kita sadari.  dengan ikut bergembira secara langsung akan menimbulkan rasa senang sehingga dapat membuat kita lebih awet muda dan lebih sehat disebabkan peredaraan darah kita menjadi lebih baik.

Misalnya ketika ada teman yang sukses, hendaknya kita ikut bersyukur atas kesuksesannya tersebut. Dengan bersyukur maka dalam pikiran kita dan alam bawah sadar kita kekuatan pikiran akan mempengaruhi jiwa kita untuk ikut bisa sukses. walaupun mungkin kita tidak langsung sukses, mungkin sukses nantinya bisa dinikmati oleh anak cucu kita hal ini disebabkan oleh kekuatan pikiran yang merupakan doa yang sangat ampuh tanpa pernah disadari. Dengan Kesuksesan yang nanti kita peroleh maka secara langsung bisa menimbulkan kesenangan dan kebahagiaaan. Rasa iri hati akan mengacaukan metabolisme tubuh kita dan membuat kita susah serta mendoakan diri kita untuk menjadi buruk dan tidak bahagia.

4. Upeksa (keseimbangan Lahir batin)

dalam menembangkan keseimbangan ini hendaknya kita memandangkan bahwa sgala sesuatu yang menimpa kita, baik itu hal baik maupun yang buruk merupaka kehendak dari Tuhan/ Hyang widhi dan sebab akibat dari siklus karma kita. jika kita ditimpa kemalangan kalaupun kalau kita harus marah atau kesal toh tidak akan berguna dan malahan mengacaukan metabolisme tubuh dan membuat kita tambah susah, seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Alangkah baiknya kita berdoa dan bersyukur agar kemalangan ini cepat selesai dan melihat disekeliling kita dan menyadari bahwa banyak juga yang mengalami kemalangan seperti kita dan mungkin kemalangannya lebih parah.

dan kalaupun kita mendapat kesenangan jangan terlalu bergembira, dan tetaplah berdoa agar kegembiraaan ini tidak berakhir dengan derita, apalagi derita yang berkepanjangan.

Karena sebagai mahluk hidup suka dan duka itu selalu berdampingan di dunia ini, dan merupakan kehendak dari Hyang Parama Dumadi.

Om shantih shantih shantih Om

Oleh: subagiartha | November 30, 2008

perkiraan Tahun 2009

Tahun ini, diperkirakan keadaan di Bali:

Ekonomi akan semakin sulit, dan banyaknya penduduk luar untuk mengadu nasib ke Bali karena keadaan diluar Bali lebih susah mencari Penghidupan. Pariwisata lesu, bisnis yang berorientasi lokal / pasar lokal lebih bertahan.

Vibrasi panas dari luar (kebijakan pemerintah dan keadaan ekonomi global) berpengaruh keras pada penduduk pesisir bali. Sehingga banyak penduduk pesisir merasa berat menanggung beban hidup dan menimbulkan stress.

Tanah longsor /Embidan diperkirakan akan terjadi pada musim hujan karena keseimbangan alam terganggu.

Dalam Konstilasi pemilu, Pemilu akan berlangsung aman tetapi banyak caleg yang stress karena tidak terpilih.Keadaan di Bali realtif aman karena bagusnya kewaspadaan aparat.

Berhubung keadaan vibrasi alam yang yang agak panas, maka akan memunculkan kelompok- kelompok spritual baru & orang -orang spiritual untuk menyejukkan jiwa dan banyak aktif ke pura, untuk menenangkankan diri.

Oleh: subagiartha | Oktober 24, 2008

Pembersihan Hati

Kebanyakan pura-pura yang tersebar baik di bali di luar bali mempunyai beji sebagai petirtan dan sarana untuk mebersih sebelum menghadap Beliau. Selain , Di Griya juga sering dipakai oleh umat untuk memohon tirtha pembersihan / penglukatan. Pembersihan ini dominan untuk pembersihan luar dari badan, baik badan halus maupun badan kasar.

Pembersihan yang lebih bersifat kedalam diri sering disebut dengan pewintenan atau yang lebih spesifik lagi yaitu dwijati. Salah satu teknik pewintenan yang sering kita jumpai yaitu pewintenan yang memakai bebek, biasanya paruh bebek di sosorkan ke kening.

Secara yoga, pada saat struktur sudah bagus dan kadar spiritual sudah mencukupi biasanya akan menemui fase ini jika mohon pembersihan. Dalam yoga akan bertemu dengan “IBu Saraswati” dengan angsanya. Dan dalam meditasi Angsa ini akan memberikan pembersihan dengan jalan menyosor kening dan membersihkan jalur dari kening kehati, dengan menyedot kabut hitam yang terdapat di jalur tersebut dan dihati. Dan akan memberikan efek rasa bahagia yang cukup lama dan hati terasa ringan serta dunia terlihat indah sekali seakan alam bernyanyi untuk kita.

Dengan demikian dua jalan telah tersedia baik dengan jalan bakti yang disosorkan bebek oleh Sang Pendeta dengan ngelinggihan Ibu Saraswati (bhakti Marga) atau dengan Jalan Raja marga (Meditasi)

Oleh: subagiartha | Oktober 21, 2008

jyotir (lampu penerangan)

Dalam ritual hindu jyotir banyak kita temui sebagai lambang dalam penerangan dalam setiap upacara/ ritual. Jyotir dibali dalam bebantenan berbentuk lampu sentir yang terbuat dari kapas diisi minyak kelapa dalam wadah coblong dari tanah liat. Pada saat upacara otonan kadang-kadang kita jumpai juga jyotir ini dimaksudkan agar yang diotonkan dijauhkan dari kegelapan pikiran / jiwa dan memperoleh keselamatan ( api sebagai sarana untuk membakar segala kekotoran yang menyebabkan halangan ).  Disamping jenazah orang yang meninggal juga ditempatkan jyotir sebagai penerangan untuk sang roh, disamping itu pada saat upacara nyekah / memukur jyotir berubah wujud menjadi damar kurung.

Bagi yang memakai  Raja marga, Jyotir ini mutlak diperlukan untuk penerangan jiwa pada saat melaksanakan meditasi. Para guru biasanya menyuruh melakukan sesuatu agar dihati para murid terdapat jyotir tanpa murid mengetahui maksudnya disebabkan sang guru lebih banyak berkeinginan sang murid menemukan maksudnya dengan sendirinya tidak sebatas teori. Biasanya ada yang menyuruh meditasi memandangi lilin, atau memandangi matahari terbit  atau memandangi sumber cahaya lainnya. Dengan bagusnya Jyotir berstana dihati menerangi prisma tempat sang jiwa niscaya penglihatan ketika bermeditasi bisa lebih jelas karena  penerangan sudah ada.

Fungsi jyotir berbeda dengan fungsi pasepan/dupa,  asap dupa berfungsi sebagai sarana penghantar doa/permohanan kehadapan para dewa atau Ida sang Hyang Widhi Wasa agar permohonanan bisa terkabul.

Oleh: subagiartha | Oktober 19, 2008

Githa

Ajaran-ajaran spritual baik yang di tulis dilontar maupun diberikan langsung oleh sang guru kebanyakan dilagukan/ dikidungkan. Sehingga dalam kidung-kidung dan kekawin dibali banyak sekali tersimpan ajaran tentang yoga dan pengenalan jati diri, tetapi masih belum banyak yang menggali ke dalam untuk mengetahui makna yang tersirat di balik tulisan yang tersirat, sehingga hanya menjadi sebatas wacana/kidung saja belum meresap ke dalam jiwa dan kadang-kadang dianggap sebagai cerita biasa.

Ajaran spritual ini dikidungkan dengan maksud :

- mempermudah mengingatnya karena belajar dapat dilakukan dengan menyanyi

- dengan bernyanyi / kidung , dapat menenangkan dan jiwa sehingga lebih mudah memahami ajaran tersebut dan dapat memberikan semangat untuk belajar karena dilakukan dengan senang hati.

- Dengan kidung terdapat proses pengaturan napas (pranayama) sehingga melatih dasar-dasar yoga tanpa sengaja.

- Kidung / githa / kekawin dapat memperhalus kharakter.

- tranformasi ajaran langsung menyentuh hati, diluar pikiran, sehingga disini tidak timbul nantinya perdebatan tetapi larut  dalam rasa.

Oleh: subagiartha | Oktober 2, 2008

Manisnya bulan ini

Sasih kapat pada bulan oktober 2008 ini banyak menjanjikan hal hal yang terindah dan amat manis memulai sesuatu yang menyenangkan.

Vibrasi alam bali perlahan-lahan membaik dan laut selatan Pulau Bali memberikan energi yang menyenangkan kedaratan Pulau Bali dan Nusa Penida . Bulan ini manis untuk mulai sesuatu yang penting bagi kehidupan. Selain untuk memulai hidup baru, dewa yadnya, juga bulan ini amat bagus untuk memulai usaha untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat pada umumnya. Alam sangat bersahabat dan mendukung kesuksesan usaha.

Bagi yang akan menempuh hidup baru, bukan cuma ikatan bagi yang mengikat secara spiritual bagi kedua mempelai dihadapan Dewa saksi, manusia saksi dan bhuta saksi, tapi jika ingin hasil yang baik diperlukan penyerahan yang total bagi penganten wanita kehadapan penganten laki-laki, dan penerimaan total bagi penganten laki-laki terhadap penganten wanita. Dalam spiritual divisualkan badan mempelai wanita masuk ke badan mempelai pria sehingga menyatu menjadi satu badan, maka badan ini kemudian membesar beberapa kali lipat. ini merupakan simbol sinergi pernikahan untuk mencapai kesuksesan dan dan tak terpisahkan.

Semoga berbahagia

Oleh: subagiartha | September 26, 2008

Pasar Tersembunyi (Market Latent)

Dalam bisnis kadang-kadang pebisnis tidak mesti membina/ mendidik pasar agar pasar tersebut ada, tumbuh dan berkembang, tetapi kadang-kadang ada pasar yang sebenarnya sudah ada tetapi masih tersembunyi yang belum digarap oleh pebisnis.

Pasar tersembunyi ini ada beberapa macam:

1. Pasar yang memang belum pernah sama sekali di garap oleh pebisnis. Seperti : kebutuhan akan teh siap minum digarap oleh sosro

2. Pasar yang sudah digarap ditempat lain tapi ditempat lainnya belum tergarap ( belum yang berani menggarap). seperti: di tempat A sudah ada bisnis warnet, sedangkan dilokasi B belum ada.

3. Pasar yang kecil yang merupakan ceruk, sehingga beberapa pebisnis malas menggarapnya karena pertumbuhan pasar yang lambat. Seperti pakaian untuk orang yang sangat gemuk, atau sepatu ukuran untuk kaki besar diluar ukuran biasanya.

Untuk mengetahui adanya pasar tersembunyi ini dapat dilakukan dengan observasi pasar terlebih dahulu, ataupun dengan coba-coba dengan keberanian dan instuisi  bisnis langsung terjun ke bisnis tersebut.

Setelah observasi hendaknya ditidak lanjuti dengan terjun ke bisnis tersebut agar jangan cuma sebatas teori saja, tetapi implementasinya di lapangan yang lebih penting untuk kesuksesan.

selamat mencoba

Oleh: subagiartha | September 23, 2008

Purnama Kapat

Bulan purnama selalu disambut dengan sukacita bagi umat hindu, ditandai dengan ramainya odalan nadi dipura-pura di bali mauun di luar bali. Begitupula dengan hari raya galungan yang bertepatan dengan purnama dirayakan dengan lebih meriah dan disebut dengan galungan nadi dan kalau otonan bertepatan dengan purnama biasanya ditambahkan dengan babi guling sebagi syukuran.

Purnama sendiri memberikan vibrasi lembut untuk jiwa dan untuk meningkatkan spiritualitas.Karena energi bulan sebagai penyeimbang dari energi surya ketika kita trisandya atau nyurya sewana. karena kalau kelebihan energi surya disamping akan cepat meperoleh kemajuan juga akan cepat memperoleh kehancuran, disamping memberikan semangat dan motivasi juga  membentuk karakter menjadi lebih keras. Oleh karena itu odalan dibali sering pada saat purnama untuk melembutkan karakter manusia bali, sehingga terjadi keseimbangan.

Para penganut meditasi sering biasanya juga mengakses energi bulan untuk penyeimbang energi matahari ( keseimbangan antara nadi ida dan pingala) dan untuk menstabilkan kundalini di jalur sumsumna hingga bagus berstana di siwa dwara.

Disamping itu membuat jiwa lebih halus, jiwa energi bulan membuat awet muda. mungkin hal ini banyaknya air di bulan yang telah berubah menjadi helium.Coba dipandangi bulan ketika purnama dan mohon kepada Ida Sang Hyang widhi wasa agara diberikan energi bulan, niscaya wajah akan kelihatan lebih berseri dan awet muda.

Pada purnama kapat akses energi bulan sangat besar didapat, berhubung matahari berada tepat di khatulistiwa sehingga pantulan cahaya matahari lewat bulan sampai ke bumi sangat tinggi dan gravitasi bulan pada saat purnama kapat sangat bagus dipakai untuk mulai belajar mengenal sang diri lewat meditasi lewat inisasi dari sang guru. Mulai belajar melembutkan kharakter sehingga bisa memberikan kesejukkan bagi semua mahluk.

Selain itu pada purnama kapat biasanya hujan telah mulai turun, dan bunga-bunga pada bermekaran yang menyebabkan  beraneka satwa pada menyiapkan masa berkembang biak seiring dengan indahnya bunga dan ketika bunga telah menjadi buah yang masak anak-anak mereka telah lahir dengan kecukupan makanan yang telah disediakan oleh alam. Dan bagi pasangan yang akan menikah mengikuti sistem sasih, maka sasih kapat adalah yang terbaik buat menikah agar dapat menurunkan keturunan yang suputra.

Oleh: subagiartha | September 23, 2008

Place (tempat usaha) secara faktor X

Tempat usaha sangat berpengaruh terhadap berkembangnya suatu usaha, disamping faktor lainnya seperti produk, promosi dan distribusinya (menurut Kotler dalam bauran pemasaran).

Pada umumnya tempat usaha diusahakan selalu dekat dengan lokasi pasar (pembeli), kecuali dalam bisnis besar yang biasanya lokasi industri ditentukan oleh pemerintah dan bisnis online.

Disini tidak akan dibahas tentang bauran pemasaran, tetapi akan dicoba mengulas Place/tempat usaha secara tradisi ergonomi bali, kecuali tempat itu untuk usaha yang monopoli atau pemerintahan kurang berlaku faktor x tersebut. Banyak kita temui kasus  dilapangan bahwa usaha yang sudah menerapkan bauran secara konsisten tetapi kurang mendapatkan hasil yang memuaskan padahal productnya nyaris merupakan pasar persaingan sempurna. ( yang dijual secara umum hampir sama dengan pesaingnya).

Secara umum alam juga telah mengalokasinya tempat-tempat yang sebaiknya dihindari, atau diselaraskan dengan usaha tertentu sehingga bisa berkembag dengan maksimal.

1. Hindari tempat usaha yang “Tumbak rurung/ tusuk sate”, karena segala siklus energi alam langsung mengenai tempat usaha, baik energi buruk atau energi baik akan kumpul di lokasi tersebut dan memnyebabkan siklus energi yang kacau secara otomatis akan mengacaukan perputaran usaha.

2. Hindari tempat usaha yang lokasinya penah ada yang meninggal tidak wajar di tempat tersebut, pernah dipakai pengorong waktu upacara ngaben, apalagi bekas kuburan.  energi tanah tersebut dominan hitam yang kurang memberikan kesuksesan. Dalam kebiasaan hindu di bali pertiwi sering dilambangkan dengan ular putih kuning dibuatkan segehan putih kuning. Jika kemudian pertiwi menjadi hitam jelas cahaya kuningnya tidak akan bisa bersinar dengan baik berarti kemakmuran sukar untuk diperoleh.

3. Biasanya diperbatasan desa dibali ada tempat manah toya ning, walaupun secara nyata tidak ada telaga atau sumber mata air ditempat tersebut. didekat tempat tersebut dominan usaha yang berhubungan dengan elemen air saja yang paling cocok, sedangkan yang lainya kurang cocok. usaha yang cocok seperti : cuci mobil/motor, loundry atau usaha yang memerlukan ketenangan.

4. interior tempat usaha, dalam pewarnaaan ruangan usahakan yang sejuk dan agak cerah. kurangi pemakaian warna merah, hitam sebagai warna yang dominan.

5. Hindari membuka usaha bertentangan dengan usaha yang sudah ada ditempat tersebut. misalnya disatu sisi usaha yang sudah ada terlalu bising, dan kita jangan buat usaha yang menjual ketenangan.

6. Tidak lupa memohon Waranugraha dari Hyang Widhi Wasa agar usaha bisa berjalan sukses.

JIka masih ragu akan pangsa pasar sedangkan belum punya dana untuk survey atau riset dapat diatasi dengan cara mengekor hasil riset, disini berarti jika sudah ada perusahaan besar yang buka usaha berarti perusahaan tersebut sudah melakukan riset pasar yang hasilnya bagus dan akhirnya berani buka usaha atau buka cabang, jadi kenapa kita tidak ikut buka., yang berarti kita sudah riset pasar walaupun menggunakan tangan dan pikiran orang lain.

selamat mencoba

Tulisan Sebelumnya »

Kategori